Sabtu, 05 Desember 2015

waspadai diare

Diare



Definisi
Diare adalah suatu kondisi dimana seseorang buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair, bahkan dapat berupa air saja dan frekuensinya lebih sering (biasanya tiga kali atau lebih) dalam satu hari.
Diare akut adalah diare yang berlangsung kurang dari 14 hari, sementara Diare persisten atau diare kronis adalah diare yang berlangsung lebih dari 14 hari.
Diare nonspesifik adalah diare yang bukan disebabkan oleh kuman khusus maupun parasit.

Etiologi (Penyebab)
Secara klinis penyebab diare dapat dikelompokkan dalam 6 golongan besar yaitu infeksi (disebabkan oleh bakteri, virus atau infestasi parasit), malabsorpsi, alergi, keracunan, imunodefisiensi dan sebab-sebab lainnya. Penyebab yang sering ditemukan di lapangan ataupun secara klinis adalah diare yang disebabkan infeksi dan keracunan.

Manifestasi Klinis (Gejala)
Pasien dengan diare akut akibat infeksi sering mengalami nausea, muntah, nyeri perut sampai kejang perut, demam, dan diare. Kekurangan cairan menyebabkan pasien akan merasa haus, lidah kering, tulang pipi menonjol, turgor kulit menurun, serta suara menjadi serak. Gangguan biokimiawi seperti asidosis metabolik akan menyebabkan frekuensi pernapasan lebih cepat dan dalam (pernapasan Kusmaul). Bila terjadi renjatan hipovolemik berat maka denyut nadi cepat (lebih dari 120 kali/menit), tekanan darah menurun sampai tak terukur, pasien gelisah, muka pucat, ujung-ujung ekstremitas dingin dan kadang sianosis. Kekurangan kalium dapat menimbulkan aritmia jantung. Perfusi ginjal dapat menurun sehingga timbul anuria, sehingga bila kekurangan cairan tak segera diatasi dapat timbul penyulit berupa nekrosis tubular akut.

Secara klinis diare karena infeksi akut dibagi menjadi dua golongan. Pertama koleriform (kolera) dengan diare yang terutama terdiri atas cairan saja. Kedua disentriform (disentri), pada diare didapatkan lendir kental dan kadang-kadang darah.
 
Diagnosis
Ditentukan dari gejala buang air besar berulang kali lebih sering dari biasanya dengan konsistensinya yang lembek dan cair.

Derajat Dehidrasi
Ada tiga derajat dehidrasi, yaitu:
1.    Diare tanpa dehidrasi
2.    Diare dengan dehidrasi ringan/ sedang
3.    Diare dengan dehidrasi berat

Tabel 1           Derajat Dehidrasi
pemeriksaan / gejala
derajat dehidrasi (bila terdapat dua tanda atau lebih)
diare tanpa dehidrasi
diare dehidrasi ringan/sedang
diare dehidrasi berat
keadaan umum
baik, sadar
gelisah
lesu,tidak sadar
mata
normal
cekung
Cekung
air mata
ada
tidak ada
tidak ada
mulut dan lidah
basah
kering
sangat kering
rasa haus
normal, tidak haus
kehausan, ingin
minum banyak
malas minum atau
tidak dapat minum
turgor kulit
kembali cepat
kembali lambat
kembali sangat
lambat
                                         

Penatalaksanaan
Dasar pengobatan diare akut adalah rehidrasi dan memperbaiki keseimbangan cairan dan elektrolit. Oleh karena itu langkah pertama adalah tentukan derajat dehidrasi (lihat Tabel 1).

Strategi pengendalian penyakit diare yang dilaksanakan pemerintah adalah :
Melaksanakan tatalaksana penderita diare yang standar di sarana kesehatan melalui lima langkah tuntaskan diare ( LINTAS Diare).
1.    Berikan Oralit
Untuk mencegah terjadinya dehidrasi dapat dilakukan mulai dari rumah tangga dengan memberikan oralit osmolaritas rendah, dan bila tidak tersedia berikan cairan rumah tangga seperti air tajin, kuah sayur, air matang. Oralit saat ini yang beredar di pasaran sudah oralit yang baru dengan osmolaritas yang rendah, yang dapat mengurangi rasa mual dan muntah. Oralit merupakan cairan yang terbaik bagi penderita diare untuk mengganti cairan yang hilang. Bila penderita tidak bisa minum harus segera di bawa ke sarana kesehatan untuk mendapat pertolongan cairan melalui infus.
Derajat dehidrasi dibagi dalam 3 klasifikasi :
a.    Diare tanpa dehidrasi
Tanda diare tanpa dehidrasi, bila terdapat 2 tanda di bawah ini atau lebih :
-       Keadaan Umum : baik
-       Mata : Normal
-       Rasa haus : Normal, minum biasa
-       Turgor kulit : kembali cepat
Dosis oralit bagi penderita diare tanpa dehidrasi sbb :
Umur < 1 tahun : 1/4 – 1/2 gelas setiap kali anak mencret
Umur 1 – 4 tahun : 1/2 – 1 gelas setiap kali anak mencret
Umur diatas 5 Tahun : 1 – 1 1/2 gelas setiap kali anak mencret
b.    Diare dehidrasi Ringan/Sedang
Diare dengan dehidrasi Ringan/Sedang, bila terdapat 2 tanda di bawah ini atau lebih:
-       Keadaan Umum : Gelisah, rewel
-       Mata : Cekung
-       Rasa haus : Haus, ingin minum banyak
-       Turgor kulit : Kembali lambat
Dosis oralit yang diberikan dalam 3 jam pertama 75 ml/ kg bb dan selanjutnya diteruskan dengan pemberian oralit seperti diare tanpa dehidrasi.
c.     Diare dehidrasi berat
Diare dehidrasi berat, bila terdapat 2 tanda di bawah ini atau lebih:
-       Keadaan Umum : Lesu, lunglai, atau tidak sadar
-       Mata : Cekung
-       Rasa haus : Tidak bisa minum atau malas minum
-       Turgor kulit : Kembali sangat lambat (lebih dari 2 detik)
Pada penderita dengan dehidrasi berat:
-       Diberikan Ringer Laktat 100 ml yang terbagi dalam beberapa waktu
-       Setiap 1-2 jam pasien diperiksa ulang, jika hidrasi tidak membaik tetesan dipercepat. Setelah 6 jam (bayi) atau tiga jam (pasien lebih tua) pasien kembali di periksa

Tabel 2               Pemberian Infus Ringer Laktat pada Pasien Diare Dehidrasi Berat
Umur
Pemberian Pertama
30 ml/kg
Pemberian Kemudian
70 ml/kg
Bayi (< 12 bln)
dalam 1 jam
dalam 5 jam
> 12 bulan
dalam 30 menit
2,5 jam

2.    Berikan Obat Zinc
Zinc merupakan salah satu mikronutrien yang penting dalam tubuh. Zinc dapat menghambat enzim INOS (Inducible Nitric Oxide Synthase), dimana ekskresi enzim ini meningkat selama diare dan mengakibatkan hipersekresi epitel usus. Zinc juga berperan dalam epitelisasi dinding usus yang mengalami kerusakan morfologi dan fungsi selama kejadian diare.

Pemberian Zinc selama diare terbukti mampu mengurangi lama dan tingkat keparahan diare, mengurangi frekuensi buang air besar, mengurangi volume tinja, serta menurunkan kekambuhan kejadian diare pada 3 bulan berikutnya.(Black, 2003). Penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa Zinc mempunyai efek protektif terhadap diare sebanyak 11 % dan menurut hasil pilot study menunjukkan bahwa Zinc mempunyai tingkat hasil guna sebesar 67 % (Hidayat 1998 dan Soenarto 2007). Berdasarkan bukti ini semua anak diare harus diberi Zinc segera saat anak mengalami diare.

Dosis pemberian Zinc pada balita:
-       Umur < 6 bulan : ½ tablet ( 10 Mg ) per hari selama 10 hari
-       Umur > 6 bulan : 1 tablet ( 20 mg) per hari selama 10 hari.
Zinc tetap diberikan selama 10 hari walaupun diare sudah berhenti.
Cara pemberian tablet Zinc :
Larutkan tablet dalam 1 sendok makan air matang atau ASI, sesudah larut berikan pada anak diare.

3.    Pemberian ASI / Makanan
Pemberian makanan selama diare bertujuan untuk memberikan gizi pada penderita terutama pada anak agar tetap kuat dan tumbuh serta mencegah berkurangnya berat badan. Anak yang masih minum Asi harus lebih sering di beri ASI. Anak yang minum susu formula juga diberikan lebih sering dari biasanya. Anak uis 6 bulan atau lebih termasuk bayi yang telah mendapatkan makanan padat harus diberikan makanan yang mudah dicerna dan diberikan sedikit lebih sedikit dan lebih sering. Setelah diare berhenti, pemberian makanan ekstra diteruskan selama 2 minggu untuk membantu pemulihan berat badan.

4.    Pemberian Antibiotika Hanya Atas Indikasi
Antibiotika tidak boleh digunakan secara rutin karena kecilnya kejadian diare pada balita yang disebabkan oleh bakteri. Antibiotika hanya bermanfaat pada penderita diare dengan darah (sebagian besar karena shigellosis), suspek kolera.

Obat-obatan Anti diare juga tidak boleh diberikan pada anak yang menderita diare karena terbukti tidak bermanfaat. Obat anti muntah tidak di anjurkan kecuali muntah berat. Obat-obatan ini tidak mencegah dehidrasi ataupun meningkatkan status gizi anak, bahkan sebagian besar menimbulkan efek samping yang bebahaya dan bisa berakibat fatal. Obat anti protozoa digunakan bila terbukti diare disebabkan oleh parasit (amuba, giardia).

5.    Pemberian Nasehat
Ibu atau pengasuh yang berhubungan erat dengan balita harus diberi nasehat tentang :
1)    Cara memberikan cairan dan obat di rumah
2)    Kapan harus membawa kembali balita ke petugas kesehatan bila :
-       Diare lebih sering
-       Muntah berulang
-       Sangat haus
-       Makan/minum sedikit
-       Timbul demam
-       Tinja berdarah
-       Tidak membaik dalam 3 hari

Prognosis
Umumnya baik, tergantung dari cepatnya penanganan.

Referensi
1.    Departemen Kesehatan RI, Buku Saku Petugas Kesehatan LINTAS DIARE (Lima Langkah Tuntaskan Diare), Ditjen P2PL, Jakarta, 2011.
2.    Departemen Kesehatan RI, Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas, Ditjen Binfar & Alkes, Jakarta, 2007.
3.    Kemenkes RI Subdit Pengendalian Diare dan Infeksi Saluran Pencernaan, Pengendalian Diare di Indonesia, Buletin Jendela Data & Informasi Kesehatan, Volume 2, Triwulan 2, 2011.
4.    Mansjoer Arif, dkk, Kapita Selekta Kedokteran Jilid 1, Penerbit Media Aesculapius Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, 2001.
5.    Mubin Halim Prof. dr., Panduan Praktis Ilmu Penyakit Dalam (Diagnosis dan Terapi), Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta, 2008.